Tampilkan postingan dengan label cermin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cermin. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 Maret 2012
Terbunuhnya Seorang Ibu
telah terbunuh
seorang ibu, yang simpuh
airmatanya serupa peluh
menderas hingga ke laut jauh
hutan perawannya diperkosa
udaranya disekap jilatan polusi berbisa
lautnya diobok-obok,isinya penuh luka
tanahnya memerah, berdarah, bernanah, ternoda
telah terbunuh
seorang ibu, yang simpuh
anakanaknya kini sibuk menggenggam bara
kasih sayang telah terlupa, binasa
Jumat, 07 Oktober 2011
Sandal Jepit, Terhimpit
sebuah sandal jepit
hanya sebelah dan terhimpit
di anak tangga sebuah masjid
tak lagi berwarna bahkan karetnya pun mulai irit
dulu dia berwarna biru
menggantung rapi di dalam warung yang dijaga seorang ibu
lalu kakek tua menebusnya dengan uang lima ribu
tapi itu dulu, sekian minggu bahkan mungkin bulan yang telah lalu
berhari jepit itu menemani
lelaki tua datang dan pergi
lima kali dalam sehari
dari rumahnya untuk menuju ke Masjid ini
lantas di hari yang tiba-tiba hujan
tanpa mendung sebagai pemberitahuan
kakek tua itu hendak menyebrang jalan
berlari, dia enggan hujan membuat gigil di badan
berbarengan sebuah sedan
melesat laju melanggarnya hingga nyawa terlepas, bahkan sang kakek lupa ucapkan selamat jalan
pada nyawa yang terus melayang naik diantar malaikat menghadap Tuhan
dan sandal jepit itu terlepas
entah mengapa yang satu begitu jauh terhempas
hingga di ujung anak tangga pas dekat teras
terhimpit, terlupa, menunggu sang empunya dan kembali bebas
walau sandal jepit, dia pernah punya bakti tanpa harap dapat balas
hanya sebelah dan terhimpit
di anak tangga sebuah masjid
tak lagi berwarna bahkan karetnya pun mulai irit
dulu dia berwarna biru
menggantung rapi di dalam warung yang dijaga seorang ibu
lalu kakek tua menebusnya dengan uang lima ribu
tapi itu dulu, sekian minggu bahkan mungkin bulan yang telah lalu
berhari jepit itu menemani
lelaki tua datang dan pergi
lima kali dalam sehari
dari rumahnya untuk menuju ke Masjid ini
lantas di hari yang tiba-tiba hujan
tanpa mendung sebagai pemberitahuan
kakek tua itu hendak menyebrang jalan
berlari, dia enggan hujan membuat gigil di badan
berbarengan sebuah sedan
melesat laju melanggarnya hingga nyawa terlepas, bahkan sang kakek lupa ucapkan selamat jalan
pada nyawa yang terus melayang naik diantar malaikat menghadap Tuhan
dan sandal jepit itu terlepas
entah mengapa yang satu begitu jauh terhempas
hingga di ujung anak tangga pas dekat teras
terhimpit, terlupa, menunggu sang empunya dan kembali bebas
walau sandal jepit, dia pernah punya bakti tanpa harap dapat balas
Senin, 20 Juni 2011
Refleksi
ku rasa cantik hari ini
dengan putih menutup diri
ku rasa cantik hari ini
dengan balutan rasa & sensasi
ku rasa cantik hari ini
tapi cantik jugakah hati?
dengan putih menutup diri
ku rasa cantik hari ini
dengan balutan rasa & sensasi
ku rasa cantik hari ini
tapi cantik jugakah hati?
Langganan:
Postingan (Atom)